Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jurnal Publikasi Pengaruh Kualitas Pemimpin Dan Karakteristik Usaha Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pada UKM di Kabupaten Jember



Pembahasan

1. Pengaruh Jenjang Pendidikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan
Hasil penelitian menyatakan bahwa Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan. Suatu pendidikan pada dasarnya adalah suatu proses pengembangan sumber daya manusia. Pendidikan ialah penyiapan individu-individu untuk memikul tanggung jawab yang berbeda atau yang lebih tinggi di dalam organisasi dan peningkatan kemampuan intelektual atau emosional yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan yang lebih baik. Jenjang pendidikan diukur berdasarkan pendidikan formal yang pernah diikuti sehingga pengukurannya bersifat kontinyu. Pendidikan formal yang dimaksud adalah pendidikan yang diperoleh dibangku sekolah formal antara lain Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Umum (SMU) atau yang sederajat, Diploma (D3), Sarjana (S1) dan Pasca Sarjana (S2). Investasi ke dalam bidang pendidikan itu membantu meningkatkan pengetahuan pembaharuan yang dinamis di dalam keterampilan seseorang baik dalam cara berpikir, bersikap dan bertingkah laku. 

2. Pengaruh Pengetahuan Akuntansi terhadap Kualitas Laporan Keuangan
Hasil penelitian menyatakan bahwa pengetahuan akuntansi yaitu mengenai fakta transaksi bisnis dari suatu unit organisasi,pengetahuan tentang klasifikasi yang meliputi jurnal dan buku besar serta pengetahuan tentang segala sesuatu mengenai laporan keuangan. Pengetahuan tentang akuntansi sangat dibutuhkan oleh pemimpi usaha dalam menjalankan operasional perusahaan. Akuntansi menghasilkan informasi yang disajikan dalam bentuk laporan keuangan. Suatu informasi akan bermakna apabila dapat meningkatkan pengetahuan dan keyakinan pemakai dalam pengambilan keputusan. Salah satu kelemahan UKM di Indonesia ialah pada umumnya mereka tidak menguasai dan tidak mempraktekkan sistem keuangan yang memadai. Pada umumnya UKM tidak atau belum memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam mengelola catatan akuntansi secara ketat dan berdisiplin dengan pembukuan yang teratur, baik dalam bentuk harian, mingguan, bulanan, dan seterusnya, sehingga banyak diantaranya mereka belum memahami pentingnya pencatatan dan pembukuan bagi kelangsungan usaha. Yang menjadi pusat perhatian dari penyajian informasi akuntansi adalah pihak-pihak yang terkait dengan perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Suatu informasi akuntansi dapat memberikan manfaat terutama bagi pimpinan atau pemilik usaha sebagai pengetahuan akuntansi dalam menghasilkan laporan keuangan.

3. Pengaruh Ukuran Usaha terhadap Kualitas Laporan Keuangan
Hasil penelitian menyatakan bahwa Ukuran usaha merupakan kemampuan perusahaan dalam mengelola usahanya dengan melihat berapa jumlah karyawan yang dipekerjakan dan berapa besar pendapatan yang diperoleh perusahaan dalam satu periode akuntansi. Ukuran perusahaan adalah suatu skala yang dapat mengklasifikasikan perusahaan dengan berbagai cara yaitu total aset, jumlah penjualan, jumlah tenaga kerja, dll. Perusahaan dipandang sebagai suatu institusi sosial yang beroperasi di dalam interaksi kepentingan banyak kelompok yang terkait dengan eksistensi dan keberhasilan perusahaan. Suatu usaha akan beroperasi secara terus menerus sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan. Suatu usaha diharapkan akan terus berkembang yang akan membuat skala perusahaan berubah sesuai perkembangan tersebut. Perjalanan perusahaan diharapkan oleh manajemen terus berkembang yang akan berakibat pada skala perusahaan, yang dapat dilihat dari perubahan asset yang dimiliki, antara lain dari jumlah tenaga kerja yang terus meningkat jumlahnya. Hal ini disebabkan oleh kemajuan perusahaan yang membutuhkan jumlah tenaga kerja yang lebih besar, seiring dengan penambahan aktifitas perusahaan.

4. Pengaruh Lama Usaha terhadap Kualitas Laporan Keuangan
Hasil penelitian menyatakan bahwa lama usaha dalam hal ini adalah lamanya usaha berdiri atau umur dari usaha tersebut berdiri. Dengan asumsi bahwa semakin lama usaha tersebut berjalan maka akan mengakibatkan adanya perkembangan usaha yang signifikan kearah yang positif atau negatif. Biasanya usaha yang lebih lama berdiri cenderung berkembang karena sudah memiliki banyak pengalaman dalam menjalankan usahanya. Selain juga usaha yang memiliki umur yang bisa dibilang mapan lebih dapat bersaing dengan usaha atau pelaku lainnya. Umur perusahaan adalah lamanya perusahaan beroperasi. Semakin lama perusahaan beroperasi, maka kebutuhan informasi akuntansi semakin kompleks. Akuntansi jangan hanya mementingkan informasi bagi pemilik perusahaan, tetapi juga pihak lainnya yang terlibat langsung dan tidak langsung dengan perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa informasi yang diperoleh dari dalam maupun luar perusahaan sangat bermanfaat bagi kelangsungan perusahaan. Seiring dengan lamanya sebuah usaha berdiri, maka pengalaman yang dimiliki oleh usaha tersebut akan semakin bertambah. Dimana hal tersebut akan mempengaruhi UKM dalam menyikapi pentingnya laporan keuangan yang sesuai dengan standar yang ada.

Post a Comment for "Jurnal Publikasi Pengaruh Kualitas Pemimpin Dan Karakteristik Usaha Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pada UKM di Kabupaten Jember"