Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Angka Kasus Virus Terus Naik, Konser Saat Kampanye Diperbolehkan?

Seperti yang tertera pada pasal 63 ayat (1) PKPU Nomor 10 Tahun 2020 tentang izin diperbolehkannya konser musik untuk kepentingan kampanye, yang mana telah menimbulkan banyak pro dan kontra. Dalam masa pandemi yang makin hari kian bertambah banyaknya jumlah kasus ini tak ubahnya menjadi masalah baru selain virus itu sendiri. Masa yang besar, aturan tentang jarak fisik yang tidak boleh kurang dari 1 meter serta protokol kesehatan lainnya yang tidak boleh dianggap remeh menambah rentetan hal yang benar harus dipikir secara matang sebelum menggelar acara bersekala besar seperti Konser Musik.

konser

Mengingat pentingnya kampanye sebagai sarana penjalin hubungan antara sang calon pemimpin dengan masyarakat untuk menambah jumlah dukungan dipemilihan Kepala Daerah yang akan dilakukan serentak pada tanggal 9 Desember 2020, sepertinya konser yang sudah dijadikan hal pasti untuk menarik perhatian tidak bisa dianggap remeh keberadaanya. Selain itu konser atau kampanye yang bisa mengundang masa yang besar lainnya seperti pidato atau arak-arakan, juga sama menjadi momok yang menakutkan ditengah pandemi.
Namun sebenarnya hal seperti ini bisa saja diatasi dengan salah satu cara yaitu beralih sepenuhnya ke era digital, seperti yang dilansir dari menara62.com, bahwasanya Pakar Komunikasi Digital, Anthony Leong berujar “Era sekarang ini sudah mulai ada pergeseran masif ke arah yang serba digital bahkan hampir di semua aspek. Mulai dari kehidupan sehari-hari, sosial, ekonomi, budaya, sampai politik. Karena dengan semakin cepatnya perkembangan teknologi, bangsa kita harus bisa beradaptasi agar bisa terus maju. Begitu juga dengan kampanye harus melalui kanal digital juga dan KPU sebagai lembaga penyelenggara harus memfasilitasi kampanye melalui digital karena tidak semua pasangan calon mengerti. Perlu ada formula kampanye digital,” (6-7-20) Namun beberapa saat terakhir KPU memberikan izin kepada para kandidat calon kepala daerah untuk melakukan kampanye disertai konser musik.
Adanya Peraturan KPU No. 6/2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Nonalam Covid-19 secara ketat menerapkan pengaturan yang dilakukan dalam teknis pelaksanaan kegiatan kampanye, terutama yang berpotensi melibatkan massa besar.  Adanya aturan ini bisa dijadikan titik terang oleh para calon peserta PILKADA untuk menggambil keputusan untuk tetap melakukan konser atau tidaknya.

Seperti yang dilansir dari 20.detik.com Achmad Yurianto yang dijumpai di gedung DPR/MPR 16 September 2020 yang komentar tergantung satgas yang bertugas di gugus covid ini, semua harus mengikuti protokol kesehatan. Namun memang tidak dapat dipungkiri lagi bila massa yang besar dan penerapan protokol kesehatan juga tidaklah mudah.

Post a Comment for "Angka Kasus Virus Terus Naik, Konser Saat Kampanye Diperbolehkan?"